Kepala Divisi Keimigrasian Kunjungi Kanim Kelas II TPI Maumere Dalam Rangka Pendampingan dan Penguatan Pembangunan ZI Menuju WBK/ WBBM

Maumere – Jumat (16/4), Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur Eko Budianto, didampingi Kepala Sub Bidang Perizinan Keimigrasian Mardiyanto, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka kegiatan Pendampingan dan Penguatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK / WBBM, di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere Eko Julianto Rachmad beserta jajaran, menyambut langsung kedatangan tim Divisi keimigrasian Kemenkumham NTT. Eko Budianto sebelum memberikan arahan kepada para pegawai, meninjau ruangan-ruangan yang ada di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, khususnya ruang pelayanan yang sedang dilakukan revitalisasi.

Kegiatan Pendampingan dan Penguatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK / WBBM, dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere yang dibuka oleh Kepala Kantor Eko Julianto. Dalam sambutannya Eko Julianto memberikan laporan terkait progres pengisian LKE B03 Kegiatan WBK/WBBM Kanim Maumere, yang saat ini telah mencapai target 100% diseluruh Kegiatan tim Pokja.

Dalam kesempatan tersebut Kadiv Keimigrasian Eko Budianto memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kanim maumere, yang telah menyelesaikan pengisian LKE B03 Kegiatan WBK/WBBM hingga mencapai target 100%. Eko Budianto juga memberikan semangat kepada seluruh pegawai Kanim Maumere, bahwa dirinya beserta seluruh jajaran Divisi Keimigrasian, akan terus mendampingi satuan kerja dalam membangun Zona Integritas untuk meraih predikat WBK di tahun ini.

“Kita harus selalu menjaga dan menghargai tempat kita bekerja, yaitu dengan cara memberikan prestasi bagi kantor kita ini”, jelas Eko.

“Sistem pemerintahan kita maupun pola pikir masyarakat kita saat ini sudah jauh berubah, masyarakat sekarang ini mempunyai peran sebagai kontrol sosial bagi penyelenggara pelayanan publik, mereka dapat langsung memberikan penilaian subjektif terhadap kinerja petugas pelayanan publik, baik itu melalui media personal milik mereka maupun media resmi pemerintah seperti website E-lapor dan sebagainya, karena itulah kita sebagai pelayan masyarakat harus mampu beradaptasi, serta selalu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat”, tegasnya.

Ada 2 (dua) indikator utama bagi satuan kerja untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yaitu komitmen dari seluruh pegawai serta inovasi-inovasi kinerja yang bersifat solutif dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pada akhir kegiatan, Kepala Kantor Imigrasi Maumere menyampaikan bahwa seluruh pegawai telah berkomitmen dan bertekad untuk membangun Zona Integritas dan siap meraih predikat WBK ditahun ini.