Rohaniwan Asing Ikut Sosialisasi Izin Tinggal oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere

Rohaniwan Asing Ikut Sosialisasi Izin Tinggal oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, menggelar sosialisasi izin tinggal keimigrasian dalam masa adaptasi kebiasaan baru di hotel Sunrise, Kelurahan Weri, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis (29/4/2021).

Sosialisasi itu dihadiri 30 biarawan biarawati asing yang selama ini menetap di Flores Timur.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Ijin Tinggal Imigrasi Maumere, Marselinus Ma mengatakan sosialisasi itu dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada pihak sponsor maupun orang asing agar mengetahui update aturan di masa adaptasi kebiasaan baru covid-19 dan juga ijin tinggal mereka yang berada di Indonesia juga orang asing yang mau masuk ke wilayah Indonesia.

Selain sebagai bentuk edukasi, kata dia, tujuan sosialisasi itu juga sebagai upaya perlindungan HAM terhadap pemberian ijin tinggal orang asing di Indonesia terutama aspek kesehatan orang asing yang akan melakukan permohonan visa, orang asing yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri atau orang asing yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

Sesuai peraturan menteri hukum dan ham nomor 26 tahun 2020 tentang visa dan ijin tinggal dalam masa adaptasi kebisasaan baru, adanya pembatasan dan larangan bagi orang asing yang mau masuk wilayah Indonesia.

“Seperti memegang visa kunjungan singkat (bebas visa), sekarang dilarang. Ada pembatasan lainnya yang sebelumnya orang asing bisa mengajukan permohonan visa ke MBC, sekarang belum bisa, karena MBC (kedutaan luar negeri) hanya bisa keluarkan visa bagi orang asing yang mengunjungi keluarga sakit, keluarga meninggal dunia atau menemani keluarga yang sakit berobat di Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Menurut dia, kedutaan luar negeri (MBC) hanya mengeluarkan visa secara normal khusus orang asing yang ingin mengunjungi keluarga sakit atau meninggal dunia. Diluar dari itu, penerbitan visa hanya diajukan ke direktorat jenderal imigrasi di Jakarta.

“Dampak pandemi covid-19 ini mendunia termasuk Indonesia, sehingga kementerian hukum dan HAM mengeluarkan aturan ini. Sifatnya sementara sampai masa pandemi berakhir,” tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)