Misionaris di Keuskupan Agung Ende ikut Sosialisasi Izin Tinggal Keimigrasian

Pihak Imigrasi Kelas II TPI Maumere memberikan sosialisasi tentang layanan izin tinggal keimigrasian dalam tatanan kenormalan baru kepada para misionaris yang berkarya di Keuskupan Agung Ende.

Sosialisasi tersebut berlangsung di Kota Ende, Jumat (9/10/2020). Hadir sebagai peserta, 16 misionaris didampingi Romo Romo Yohanes Stefanus Lando Pr, selaku Delegatus Uskup untuk Aset Tanah dan Bangunan Tinggal di Kompleks Misi Ndona.

Sementara itu yang memberikan materi, Muhammad Wahyuni Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere dan Marselinus MA Kepala Seksi Lalulintas dan Izin Tinggal Keimigrasian.

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para missionaris karena di masa pandemi ini sering terjadi perubahan aturan yang diterbitkan direktorat jenderal imigrasi melalui surat edaran.

Muhammad Wahyuni menjelaskan, dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah, surat edaran direktur jenderal imigran nomor : IMI.GR.01.01.1102 tahun 2020, tentang LAYANAN IZIN TINGGAL KEIMIGRASIAN DALAM TATANAN KENORMALAN BARU.

“Secara garis besar dapat saya sampaikan bahwa, surat edaran tersebut menjelaskan tentang kewajiban yang harus di patuhi bagi orang asing pemegang izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap, viza kunjungan saat kedatangan dan bebas visa kunjungan, yang masih berada di wilayah Indonesia dan yang sedang berada di kuar negeri, ” ungkapnya.

Berdasarkan surat edaran tersebut, kata Muhammad, ada beberapa point yang di dapat di garis bawahi, antara lain,

1. Layanan keimigrasian untuk WNA dapat di peroleh di seluruh kantor.

2. Emergency stay permit / izin tinggal.keadaan terpaksa (IKTK) dinyatakan sudah tidak berlaku lagi.

3. Semua WNA yang sedang berada di wilayah Indonesia diharapkan mengurus izin tinggalnya sesuai dengan ketentuan yang betlaku dalam tatanan kenormalan baru.

4. Semua WNA yang berada di luar negeri yang hendak kembali ke Indonesia, namun akibat pandemi izin tinggalnya sudah berakhir, diharapkan mengurus izin tinggalnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam tatanan kenormalan baru.

5. Bagi WNA yang tidak menaati ketentuan yang berlaku, maka akan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian (TAK).

“Selnjutnya untuk diketahui, bahwa bagi WNA yang telah melakukan perpanjangan ITK dalam tatanan kenormalan baru pada wilayah kerja kantor imigrasi kelas II TPI maumere adalah sebanyak 72 orang, oleh karena itu kami ucapkan terima kasih sudah menaati ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Romo Yohanes Stefanus Lando kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan Keuskupan Agung Ende berterima kasih kepada Kantor Imigrasi Maumere yang berkenan sosialisasi tersebut.

Dia katakan dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut setiap peserta tetap menaati protokol kesehatan. “Kita tetap taat protokol kesehatan, jumlah orang terbatas waktu juga dibatasi,”

Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com