Posts

Begini Cara Hendratmoko Perkenalkan Imigrasi ke Anak-Anak

Anak-anak yang belajar di PAUD, SD, bahkan yang sama sekali belum sekolah, tentu belum mengerti tentang Imigrasi. Tapi kondisi itu bukan penghalang bagi Vincentius Hendratmoko, Kepala Imigrasi Kelas II TPI Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Dia punya cara tersendiri memperkenalkan Imigrasi kepada anak-anak.

 

Hendratmoko tidak perlu harus berteori tentang Imigrasi dan seluruh ruang lingkup tugas kepada anak-anak. Dia hanya cukup menyediakan ruangan sebagai tempat anak-anak berkreasi. Dari cara yang sederhana itu, anak-anak sudah mulai mengenal Imigrasi, setidaknya mengetahui di mana alamat Kantor Imigrasi Maumere.

 

Kiat itu sudah dilakukan Hendratmoko selama dua minggu. Dia bekerjasama dengan Komunitas Huruf Kecil, sebuah wadah pembelajaran dan kreatifitas bagi anak-anak, dari urusan membaca, menulis, menggambar, bermain, dan berbagai kegiatan lain. Hendratmoko menyiapkan ruangan di Aula Kantor Imigrasi yang terletak di Lantai Dua. Di tempat itulah, Komunitas Huruf Kecil berbagi pengalaman kegiatan kepada anak-anak.

 

“Kebetulan komunitas ini membutuhkan tempat untuk belajar anak-anak. Nah saya punya aula yang hari Sabtu tidak dipakai, karena hari libur kantor. Jadi mereka bisa manfaatkan. Setiap Sabtu, aula kantor kami ramai dengan anak-anak yang datang belajar di bawah bimbingan komunitas. Ini kerja sama yang positip, selain belajar, anak-anak juga bisa mengenal Imigrasi,” terang Hendratmoko di sela-sela kegiatan Komunitas Huruf Kecil, Sabtu (2/2).

 

Anak-anak ini belajar selama 2 jam sejak pukul 16.00 Wita. Mereka diantar oleh orangtua, yang sekaligus mendampingi saat kegiatan belajar. Hendratmoko biasanya menyambut anak-anak bersama orangtua dengan hangat, dan langsung mempersilakan ke lantai dua. Ruang di lantai dua telah disiapkan sebaik mungkin dengan meja-meja yang dibentuk huruf U untuk mempermudah komunikasi dan informasi dari Komunitas Huruf Kecil.

 

Kikan, salah seorang pegiat Komunitas Huruf Kecil sangat berterima kasih kepada Kantor Imigrasi Maumere yang memberikan ruangan aula kantor sebagai tempat belajar dan kreatifitas anak-anak. Dia mengatakan kerja sama ini sangat memotivasi semangat Komunitas Huruf Kecil dalam membantu pembelajaran bagi anak-anak.

 

“Kami sudah dua kali pakai Aula Kantor Imigrasi. Dan tentu kami berharap bisa seterusnya menggunakan sarana ini. Ini tempat yang cukup nyaman untuk anak-anak belajar. Apalagi Kepala Kantor Imigrasi juga sangat mendukung,” ujar dia.

 

Pantauan media ini, sekitar 20-an anak sedang asyik mendengar arahan dari Komunitas Huruf Kecil. Hari itu, anak-anak diminta menggambar dengan tema bebas. Anggota Komunitas Huruf Kecil mendampingi proses itu, dengan sesekali memberikan masukan sesuai tema gambar yang dibuat anak-anak.

 

Mance Sareng, salah satu orangtua mengaku senang dengan peran Komunitas Huruf Kecil dan keterlibatan Kantor Imigrasi Maumere. Dia mengatakan anaknya terbilang susah jika belajar di rumah. Tapi ketika ikut serta dalam kegiatan Komunitas Huruf Kecil, anak-anaknya mulai rajin menulis, membaca, dan menggambar. Meskipun anak-anaknya belum sempurna betul, dia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran komunitas ini.

 

 

Sumber : suarasikka.com

Link :https://suarasikka.com/2019/02/03/begini-cara-hendratmoko-perkenalkan-imigrasi-ke-anak-anak/

Peringati HUT ke-69, Imigrasi Maumere Sumbang 14 Kantong Darah

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Imigrasi. Salah satunya yakni bakti sosial donor darah, yang digelar Jumat (25/1). Dari kegiatan donor darah ini, Imigrasi Maumere berhasil menyumbang 14 kantong darah. Setiap kantong darah berisi 350 cc.
Para pendonor darah adalah karyawan Kantor Imigrasi Maumere dan anggota Kodim 1603 Sikka. Seharusnya bisa lebih banyak kantong darah yang disumbangkan dalam kegiatan mulia ini. Kodim 1603 Sikka mengirim 13 personil, ditambah karyawan Kantor Imigrasi Maumere sebanyak 39 orang. Namun ada beberapa calon pendonor yang tidak bisa dilayani karena kendala-kendala teknis antara lain sedang tidak sehat.
Kegiatan donor darah berlangsung sejak pukul 08.00 Wita di Aula Kantor Imigrasi Maumere yang terletak di lantai dua kantor itu. Panitia pelaksana bekerjasama dengan PMI Cabang Maumere dari Unit Transfusi Darah. Ada empat petugas yang dikerahkan untuk melaksanakan donor darah yakni Suhasti Nona Ivon, Maria Florida, Jeane Joula Wahani, dan Yuliana Putri Anggraeni.
Kepala Kantor Imigrasi Maumere Vincentius Hendratmoko yang ditemui di sela-sela kegiatan donor darah mengatakan kegiatan ini dilaksanaan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Imigrasi yang jatuh pada Sabtu (26/1) besok. Donor darah juga merupakan bentuk panggilan nurani dan bantuan kemanusiaan bagi pihak-pihak yang sedang membutuhkan transfusi darah.
“Ini kegiatan kemanusiaan, yang momennya bertepatan dengan peringatan Hari Bakti. Kali ini kami bersama personil Kodim Sikka baru bisa menyumbangkan 14 kantong. Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi setidaknya itulah yang bisa kami sumbangkan,” ujar Vincentius Hendratmoko.
Pantauan media ini, para calon pendonor duduk antri pada kursi-kursi yang sudah disiapkan Panitia Pelaksana. Setelah itu dua petugas Unit Transfusi Darah memanggil secara bergiliran calon pendonor untuk mengisi format identitas dan pengambilan sampel darah. Jika sampel darah calon pendonor dinilai memenuhi syarat, calon pendonor langsung diarahkan ke dua petugas lain untuk melakukan transfusi darah.*** (eny)

Theodorus Terbantu Bisa Urus Paspor di Hari Libur

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT, membuka pelayanan permohonan paspor pada hari Sabtu, dalam rangka memperingati HUT ke-69 Imigrasi. Theodorus Hon, salah seorang karyawan swasta di Maumere, memanfaatkan jasa pelayanan. Dia mengaku senang dan terbantu bisa mengurus paspor pada hari libur.
“Pelayanan pada hari libur ini sangat terbantu sekali. Kami bisa luangkan waktu untuk urus paspor. Kalau hari kerja, pasti ada kesulitan, karena kami juga sibuk dengan tanggung jawab pekerjaan. Saya merasa sungguh-sungguh sangat terbantu sekali bisa mengurus paspor di hari libur,” ujar lelaki ini, Sabtu (19/1), di Kantor Imigrasi Maumere.
Kepala Kantor Imigrasi Maumere Vincentius Hendratmoko menjelaskan pelayanan paspor pada hari Sabtu (19/1) merupakan pelayanan terakhir untuk tiga hari Sabtu sejak Sabtu (5/1) dan Sabtu (12/1). Dia pun menyampaikan terima kasih kepada para pengguna jasa atau pemohon yang sudah memanfaatkan pelayanan paspor pada hari libur dengan menggunakan mekanisme walk in.
Mekanisme walk in maksudnya pemohon langsung datang ke Kantor Imigrasi yang terletak di Jalan Adi Sucipto Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur. Petugas Imigrasi akan melayani pengurusan paspor sesuai syarat-syarat yang diminta. Layanan berlangsung dari jam 08.00 Wita sampai jam 12.00 Wita.
Theodorus Hon mengurus paspor untuk anaknya yang bernama Maria Micelin, 7 tahun, siswi Kelas 2 SDK Bhaktyarsa Maumere. Dia sendiri sudah memiliki paspor yang masih berlaku, karena diurus pada 2 tahun lalu. Keluarga ini berencana berangkat ke Singapura pada Mei yang akan datang.
Sambil Theodorus Hon mendapatkan pelayanan pengurusan paspor di loket pelayanan, anak perempuannya bermain-main pada fasilitas permainan anak yang berada di  kantor itu. Kantor Imigrasi Maumere menyiapkan sejumlah fasilitas permainan anak sebagai sisi lain dari pelayanan keimigrasian.
Pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Maumere, terbilang sangat membantu para pemohon. Theodorus Hon mengaku menerima pelayanan yang baik dan ramah dari petugas Kantor Imigrasi Maumere. Dia dibantu mengisi data pada format-format sehingga tidak terjadi kekeliruan. Selain itu proses pengurusannya pun berlangsung cepat, kurang lebih 5-10 menit.
Usia pengurusan paspor, Theodorus Hon memberikan testimoni atas pelayanan pengurusan oleh Kantor Imigrasi Maumere. Dalam testimoninya, dia mengaku sangat terbantu sekali oleh seluruh proses yang dia lakukan di Kantor Imigrasi pada Sabtu (19/1).
Sebelum melayani Theodorus Hon, petugas di Kantor Imigrasi Maumere juga melayani pengambilan paspor dari dua orang warga Kabupaten Flores Timur. Petugas juga sempat melayani konsultasi beberapa frater asal Timor Leste yang sementara ini sedang kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero.

 

Sumber : suarasikka.com

Link : https://suarasikka.com/2019/01/19/theodorus-terbantu-bisa-urus-paspor-di-hari-libur/

Imigrasi Maumere Terapkan Pelayanan Berbasis HAM

Penerapan pelayanan publik berbasis Hak Asasi Manusia (HAM), di berbagai layanan kantor pemerintah, menjadi faktor penting dan menjadi tolak ukur pelayanan yang lebih baik.

“Sejak setahun kami di kantor Imigrasi Maumere telah menerapkan pelayanan berbasis HAM. Ini, yang menyebakan kami meraih penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI yang diterima bulan Desember ini,” sebut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Vincentius Purwo Hendratmoko, Senin (31/12/2018).

Kepala kantor imigrasi kelas II TPI Maumere Vincentius Purwo Hendratmoko.Foto : Ebed de Rosary

 

Vincentius menyebut, sejak 2017 Dirinya menjadi Kepala Kantor Imigrasi kelas II TPI Maumere. Sejak saat itu, Vincentius mulai merombak sistem pelayanan, dengan memperhatikan aspek HAM. Berbagai fasilitas disediakan, untuk menunjang pelayanan kepada publik. “Kami menyediakan kursi roda dan tangga khusus, serta peralatan bagi kaum difabel. Juga disediakan tempat menyusui, tempat bermain anak, serta ruangan bermain game dan internet bagi anak-anak, saat orang tua sibuk mendapatkan pelayanan,” terangnya.

Selain itu, juga disediakan mesin antrian, kotak Indeks Kepuasan Masyarakat, serta komputer bagi peserta untuk mengisi dokumen pribadinya (self service).Pengguna jasa, bisa mengisi persyaratan sendiri secara online. “Kami juga menempelkan alur pelayanan pembuatan dokumen, serta biaya pengurusan dokumen. Ini penting agar pengguna jasa bisa mengetahui apa saja persyaratan yang dibutuhkan dan berapa biayanya,” paparnya.

Pemohon paspor, setelah diambil foto biometrik, sidik jari dan wawancara, tidak perlu lagi datang ke kantor Imigrasi untuk mengambil paspor. Kantor imigrasi, telah bekerjasama dengan Kantor Pos dan Giro untuk mengirim paspor ke alamat pemohon. “Kasihan kalau pemohon tinggal di luar Kabupaten Sikka. Tentu mereka butuh biaya transportasi dan penginapan, bila harus menunggu paspor tersebut, atau harus bolak balik ke Sikka, untuk mengambil paspor,” jelasnya.

Kantor imigrasi, merekam data calon jamaah haji, untuk pembuatan paspor di kota Ende dan Larantuka. Dengan demikian, calon jamaah haji, tidak perlu jauh-jauh datang ke Maumere untuk mengurus paspor.

Agustus Dacosta, warga Kota Maumere yang mengurus paspor untuk bepergian ke Timor Timur, mengaku puas dengan pelayanan dari Kantor Imigrasi Maumere. Pelayanan yang diberikan dinilai sangat bagus, dan proses pembuatan paspor dilakukan secara transparan. “Semua persyaratan dan prosesnya sudah ditempel, sehingga kita tidak perlu bertanya lagi. Pengurusannya pun tidak terlalu butuh waktu lama, sebab tidak banyak orang yang mengurus paspor,” sebutnya.

Kantor Imigrasi Maumere, pada awalnya adalah Pos Imigrasi Larantuka. Kantor tersebut berada di Kabupaten Flores Timur. Dibuka pada 1980, dan masuk dalam Unit Kesatuan Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Kupang. Pada 1982, berubah menjadi Kantor Imigrasi Kelas III Maumere. Selanjutnya pada 2004, berubah menjadi Kantor Imigrasi Kelas II Maumere, yang wilayah kerjanya mencakup seluruh daratan Flores.

Sumber : cendananews.com
Link : https://www.cendananews.com/2018/12/imigrasi-maumere-terapkan-pelayaan-berbasis-ham.html

Masih Banyak TKI di Maumere Enggan Urus Dokumen

Selama kurun waktu 2018, Kantor Imigrasi Kelas II TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Maumere, menerbitkan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI), yang di dalamnya terdiri dari paspor sebanyak 1.363 buah.

“Jumlah DPRI yang diterbitkan itu diperuntukan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 155, dan untuk masyarakat umum 1.208. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2017, yang hanya 1.289 buah,” sebut Vincentius Purwo Hendratmoko, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Senin (31/12/2018).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Vincentius Purwo Hendratmoko. -Foto: Ebed de Rosary

 

Dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Maumere, Vincentius menyebutkan, selama 2018 pihaknya pun menerbitkan 994 izin tinggal, terdiri dari 933 izin tinggal kunjungan, 33 izin tinggal terbatas dan 28 izin tinggal tetap.

“Jumlah ini pun meningkat dibandingkan 2017 yang hanya 888 izin tinggal yang dikeluarkan. Sementara, 2016 hanya 861 izin tinggal, dan 2015 sebanyak 864,”

Kantor Imigrasi Maumere, tambah Vincentius, selama 2018 juga melakukan penegakkan hukum terhadap 15 warga negara asing. Dari jumlah tersebut, satu orang WNA terpaksa dideprotasi. Sementara, 14 lainnya dikenakan denda, karena over stay.

“Kami juga melakukan penolakan penerbitan DPRI kepada 5 Pekerja Migran Indoenesia nonprosedural, karena disinyalir tidak mempergunakan dokumen tersebut secara benar,” terangnya.

Vincentius menambahkan, masih banyak calon TKI yang belum memanfaatkan keberadaan Kantor Imigrasi Maumere, untuk membuat paspor dan dokumen lainnya. Pihaknya pun sudah sering melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Kendala yang kami hadapi saat ini, SDM masih kurang, khususnya untuk Kasubagtu dan Kasubsi yang masih kosong. Wilayah kerja yang luas meliputi lima kabupaten mulai dari Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende dan Nagekeo,” ungkapnya.

Menurutnya, waktu tempuh sampai wilayah terluar, bisa mencapai 7 jam. Kondisi jalan yang berisiko tinggi, juga ikut mempengaruhi mental dan fisik petugas.

Koneksi jaringan internet pun belum terlalu bagus, padahal saat ini semuanya harus melalui sistim online.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Germanus Goleng, mengakui saat ini masih banyak TKI, khususnya yang bekerja ke Malaysia berangkat secara ilegal tanpa mengurus dokumen.

“Kami selalu lakukan sosialisasi di daerah-daerah kantong TKI, agar mereka bisa mengurus dokumen resmi. Apalagi, di Maumere pun ada kantor imigrasi, sehingga bisa mengurus paspor. Namun mungkin karena berpikir gampang, sehingga banyak yang belum mengurus dokumen,” sebutnya.

 

 

Sumber : cendananews.com

Link : https://www.cendananews.com/2018/12/masih-banyak-tki-di-maumere-enggan-urus-dokumen.html

Unit Layanan Paspor Hadir di Lenmarc, Bisa Antre Sambil Ngemal

Satu lagi Unit Layanan Paspor (ULP) dibuka oleh Kantor Imigrasi Klas I Tanjung Perak. Setelah Gresik, kini ULP dibuka di Lenmarc Mall. Sambil antre mengurus paspor, pemohon bisa sambil belanja.

“ULP ini dibuka untuk memberikan pelayanan pada masyarakat yang memohon paspor,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Franky Sompie pada peresmian di Lenmarc Mall, Kamis (22/11/2018).

Menurut Ronny, pelayanan di mal ini merupakan satu-satunya yang pernah diresmikan. Hal itu dimungkinkan agar pelayanan bisa lebih mudah dijangkau masyarakat yang memohon paspor.

“Keunggulannya dekat dengan masyarakat. Kemudian lebih menyenangkan karena fasilitas untuk antrean walaupun kecil tapi bisa memungkinkan sambil belanja di mal,” kata mantan kapolda Bali itu.

Ronny mengatakan ULP Lenmarc Mall ini setiap harinya bisa melayani 50 sampai 100 permohonan paspor. Meski begitu semua pencetakannya tetap dilakukan di kantor Imigrasi Klas I Tanjung Perak.

Selain di mal, Ditjen Imigrasi mencatat saat ini ada sekitar 20 kantor ULP yang banyak tersebar. Di antaranya banyak di kantor kantor instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

“Sampai sekarang ini sudah ada sekitar 20 unit. Ditambah 1 unit ini jadi ada 21,” tandas Ronny.

 

 

Sumber : detik.com

Link : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4312414/unit-layanan-paspor-hadir-di-lenmarc-bisa-antre-sambil-ngemal?_ga=2.91638172.720669917.1542865520-1175600432.1521430078

Terpidana Bali Nine Bebas Hari Ini, Tak Ada Perlakuan Istimewa

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Hukum dan HAM Bali Agato Simamora menegaskan, pihaknya baru akan melaksanakan proses pembebasan terpidana Bali Nine Renae Lawrence pada jam kerja hari Rabu (21/11/2018). Warga Australia ini harus menunggu untuk hal itu.

“Tidak mungkinlah. Gila apa? Dia sama sekali tidak penting,” ujar Agato Simamora saat ditanya wartawan ABC Anne Barker mengenai kemungkinan melepaskan Renae tepat pukul 00.01 Rabu dinihari.

“Dia hanya warga negara asing biasa. Mengapa kita harus repot-repot bekerja tengah malam?” kata Agato.

Terpidana penyelundup narkoba itu divonis bersalah atas perbuatannya dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Dia telah menjalani hukuman lebih dari 13 tahun dan dijadwalkan bebas hari ini setelah mendapatkan berbagai pengurangan hukuman.

Menurut Agato, stafnya baru mulai bekerja pukul 08:00 pagi dan perlu sekitar dua jam untuk mempersiapkan penjemputan Renae ke LP Bangli di Bali timur.

“Paling lambat tengah hari. Tapi itu pun sudah cepat. Sekitar pukul 10:00. Itu waktu paling cepat kami akan menjemput dia,” jelasnya.

Begitu Renae meninggalkan LP Bangli, petugas akan membawanya ke kantor imigrasi untuk menyiapkan dokumen terakhir sebelum dia dideportasi ke Australia.

Proses imigrasi diperlukan karena Renae yang warga negara asing dan sudah dalam status bebas, akan memerlukan izin tinggal sementara terhitung sejak saat dibebaskan hingga saat dideportasi kembali ke Australia.

Sejumlah sumber menyebutkan deportasi Renae kemungkinan bisa ditunda hingga hari Kamis. Hal itu, katanya, tergantung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memastikan yang bersangkutan memiliki paspor valid dan tiket pesawat ke negaranya.

Menurut Agato, setelah Renae dideportasi, dia akan dilarang untuk kembali ke Indonesia. Nama Renae Lawrence, katanya, akan masuk daftar hitam.

Sejumlah media Australia sejak pekan sudah memadati halaman LP Bangli, mengantisipasi pembebasan Renae.

Ibunya Beverley Waterman dan saudara tirinya Allan Waterman juga sudah tiba di Bali sejak pekan lalu, dan mengunjunginya secara teratur. Namun keduanya tak pernah memberikan komentar ke media.

Ayah Renae, Bob Lawrence, yang tinggal di Newcastle kepada ABC mengaku tidak bisa datang ke Bali untuk melihat anaknya itu sebelum kembali ke Australia.

Pihak imigrasi mengisyaratkan Renae akan dibawa dengan pengawalan polisi untuk mencegah serbuan media.

 

Tuduhan kriminal menunggunya di Australia

Kabarnya Renae mengadakan upacara adat kecil-kecilan di LP Bangli awal pekan ini sebagai persiapan pembebasannya kembali ke Australia, dan memastikan dia memiliki kehidupan yang baru.

Namun pihak berwajib di negara bagian New South Wales sudah menunggunya dengan tuduhan kriminal terkait pencurian mobil di Sydney pada tahun 2005.

Renae dituduh melakukan pencurian kendaraan, ngebut di jalan dan mengemudi tanpa SIM. Pada saat dia ditangkap di Bali, Renae sebenarnya ditunggu kehadirannya di pengadilan Kota Gosford.

Menteri Dalam Negeri Peter Dutton mengatakan seharusnya tidak boleh ada keringanan atas tuduhan kriminal yang belum disidangkan di Australia.

“Jika orang bepergian mereka harus memahami bahwa ada hukuman serius di Asia Tenggara, termasuk hukuman mati… jika Anda melakukan pelanggaran ada ancaman hukuman berat dan hal itu sama sekali tak menguntungkan Anda saat kembali ke Australia,” kata Dutton kepada media setempat.

“Jika Anda melakukan pelanggaran di negara kita ini, Anda harus menghadapi sistem peradilan di sini,” tambahnya.

Ayah Renae sebelumnya menyatakan anaknya itu “gugup” untuk kembali ke Australia setelah bertahun-tahun mendekam dalam penjara.

Renae Lawrence merupakan terpidana pertama dan mungkin satu-satunya dari sindikat Bali Nine yang bisa kembali ke Australia.

Dia tadinya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tapi hukumannya dipotong hingga 20 tahun dalam proses peradilan lebih tinggi.

Masa hukumannya dikurangi lebih dari enam tahun karena dia juga berhak mendapatkan remisi HUT Kemerdekaan dan hari raya keagamaan.

Terpidana Bali Nine lainnya, Matthew Norman, yang ditemui wartawan kemarin mengatakan dirinya masih memiliki harapan hukumannya bisa dikurangi, sehingga suatu saat kelak juga bisa dibebaskan.

Matthew merupakan salah satu dari lima anggota Bali Nine yang masih menjalani pidana seumur hidup di LP Bali dan Jawa.

Dua otak sindikat ini, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, telah dieksekusi pada tahun 2015.

Sementara anggota lainnya, Tan Duc Thanh Nguyen, meninggal dunia dalam LP karena penyakit kanker perut pada Juni lalu.

 

 

Sumber : detik.com

Link : https://news.detik.com/abc-australia/d-4310092/terpidana-bali-nine-bebas-hari-ini-tak-ada-perlakuan-istimewa?_ga=2.24593084.720669917.1542865520-1175600432.1521430078

Langgar Keimigrasian, 32 WNA Dideportasi di Soekarno Hatta selama November 2018

32 Warga negara asing dideportasi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta sepanjang November 2018, karena melanggar keimigrasian. Dari jumlah itu, penggunaan paspor palsu oleh WNA adalah yang paling banyak ditemukan pelanggarannya.

Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Enang Syamsi menerangkan, hingga November 2018. Kantor Imigrasi Kelas I Bandara Soetta telah melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi terhadap 32 WNA, di antaranya; 8 WN Bangladesh, 7 WN Nigeria, 5 WN Iran.

“Sementara itu yang dikenai tindakan pro justicia sebanyak 7 orang, satu di antaranya adalah WNI. Pelanggaran yang paling banyak adalah pengguna paspor palsu,” ucap Enang di Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Senin (19/11).

Terakhir, pada Sabtu (18/11) lalu, tiga WN asal Nigeria berinisial RA (24), SA (20) dan FA (23) diamankan, karena tertangkap tangan menggunakan paspor palsu untuk masuk ke Indonesia.

“Pelaku tiba ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Ethiopian ET-628. Ketiganya datang menggunakan paspor asal Ghana dan itu Palsu,” terang Enang.

Semula tiga WN Nigeria itu tak mengakui kalau mereka berkebangsaan Nigeria. Namun setelah diinterogasi mendalam. Ketiganya mengakui hal itu.

“Modusnya menggunakan paspor Ghana karena pemilik paspor Ghana bebas visa masuk Indonesia, karena Ghana bebas visa masuk ke Indonesia. Kalau Nigeria masih calling visa,” terang Enang.

Akibat perbuatannya, WN Nigeria yang melanggar Undang-undang Imigrasi itu kini ditahan di ruang detensi kantor imigrasi Bandara Soekarno Hatta.

“Ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” kata Enang.

 

 

Sumber : merdeka.com

Link : https://www.merdeka.com/peristiwa/langgar-keimigrasian-32-wna-dideportasi-di-soekarno-hatta-selama-november-2018.html

(Foto) Gerai layanan paspor dibuka di Lippo Mall Puri

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat Lumaksono memberikan sambutan pada acara pembukaan gerai layanan paspor pertama se-Indonesia di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Selasa (16/10). Pembukaan gerai sebagai bentuk komitmen Lippo Mall Puri dalam mendukung Pemerintah menghadirkan layanan publik ke tengah masyarakat sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang terus berkembang.

 

Direktur Lippo Mall Puri Rita Yovita memberikan sambutan pada acara pembukaan gerai layanan paspor pertama se-Indonesia di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Selasa (16/10).

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat Lumaksono, Direktur Lippo Mall Puri Rita Yovita, dan Kuasa Direksi Lippo Mall Puri Weidy Effendi menandatangani MOU kerjasama pembukaan gerai layanan paspor pertama se-Indonesia di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Selasa (16/10).

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat Lumaksono dan Direktur Lippo Mall Puri Rita Yovita menunjukkan penandatanganan MOU kerjasama pembukaan gerai layanan paspor pertama se-Indonesia di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Selasa (16/10).

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat Lumaksono dan Direktur Lippo Mall Puri Rita Yovita berjabat tangan saat penandatanganan MOU kerjasama pembukaan gerai layanan paspor pertama se-Indonesia di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Selasa (16/10).

 

 

Sumber : merdeka.com

Link : https://www.merdeka.com/foto/peristiwa/1018260/20181016190106-gerai-layanan-paspor-dibuka-di-lippo-mall-puri-001-nfi.html

Lima WNA pengajar di sekolah internasional Balikpapan terancam deportasi

Lima warga negara asing (WNA) di Balikpapan, Kalimantan Timur, terancam dideportasi usai terjaring razia tim pengawasan orang asing di salah satu sekolah internasional. Mereka bermasalah soal izin tinggal di Indonesia.

“Masih dalam pemanggilan kelimanya, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sudah kita layangkan surat panggilan, tapi belum diindahkan,” kata Kasubsi Pengawasan Orang Asing Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan, Bismo Surono, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (19/9).

Bismo menerangkan, kelima WNA itu berasal dari Afrika Selatan, Kanada, Inggris, dan Jerman. Mereka terjaring di salah satu sekolah, dari 3 sekolah internasional di Balikpapan yang didatangi petugas.

“Tiga orang menggunakan visa kunjungan. Dua lainnya soal KITAS dan izin untuk kerjanya sedang dalam pemeriksaan. Salah satunya dari Kanada misalnya. Izin awal, kerja di Banjarmasin (Kalimantan Selatan), di salah satu lembaga bahasa Inggris,” ujar Bismo.

“Intinya, iya dokumen kelima WNA itu masih bermasalah, dan masih pemeriksaan lebih lanjut, dan masih kita proses,” tambah Bismo.

Bismo juga memastikan, berdasarkan aturan perundang-undangan, kelima WNA itu terancam dideportasi dari Indonesia. “Ancamannya deportasi sudah jelas. Cuma kita sementara ke arah pro justicia saja dulu,” terang Bismo.

Ditanya lebih jauh kemungkinan adanya orang asing lain di sekolah internasional lainnya di Balikpapan, Bismo menyatakan sementara baru satu sekolah internasional yang ditemukan mempekerjakan WNA dan bermasalah soal dokumen.

“Jadi, dari 3 tempat sekolah internasional yang diduga bermasalah, kita temukan di satu tempat. Kelimanya (5 WNA) itu ada di satu tempat sekolah,” tutup Bismo.

 

 

Sumber : merdeka.com

Link : https://www.merdeka.com/peristiwa/lima-wna-pengajar-di-sekolah-internasional-balikpapan-terancam-deportasi.html