Sejak 2010 di Desa Lewotobi, Ibu Rumah Tangga asal Filipina Dideportasi dari Maumere-NTT

Seorang ibu rumah tangga  (IRT)  asal negara Filipina, Lorna de Guzman Pendulas (51), Senin (11/3/2019)  pukul 13.00 Wita dideportasi dari Kantor  Imigrasi Kelas II TPI  Maumere melalui Bandara Frans Seda. Lorna de Guzman Pendulas selama ini menetap di Desa Lewotobi, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores,  Provinsi NTT.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kemigrasian  Kantor Imigrasi Maumere, Fajar   Hari Ginanjar menjelaskan  Lorna  dideportasi ke negara asalnya karena pelanggaran keimigrasian atau imigratoir.

“Dia masuk ke Indonesia tidak melalui tempat pemeriksaan keimigrasian yang resmi. Sejak tahun 2010, dia berada di Desa  Lewotobi, Kecamatan Ile  Bura. Dia masuk ke Indonesia mengikuti  suaminya asal Lewotobi,” ujar  Fajar.

Keberadaan Lorna diketahui berdasarkan laporan warga mengenai kehadiran warga negara asing di kampung itu.

”Kemarin dia  datang ke sini.  Pihak Kedutaan  Filipina di Jakarta mengakui Lorna sebagai  warga negaranya. Mereka keluarkan  dokumen perjalanan pulang,”  kata Fajar.

Keberangkatan Lorna dikawal petugas Kantor Imigrasi Maumere mengantarnya sampai ke Bali. Selanjutnya dari Bali diterbangkan ke negara asalnya.

“Kita kawal sampai dia masuk  pesawat di  Bali. Pengawalan melekat dengan yang  bersangkutannya memastikan sudah berangkat ke negara asalnya,”  imbuh  Fajar.

Dikatannya, paspor milik Lorna  telah  kadaluwarsa  pada  tahun 2010. Selama  sembilan tahun tidak diperpanjangnya lagi.

“Dia bisa masuk kembali ke  Indonesia  tapi harus  dengan  dokumen (paspor) yang baru  lagi,” tegas  Fajar. (*

Sumber : poskupang.com

Link : http://kupang.tribunnews.com/2019/03/11/sejak-2010-di-desa-lewotobi-ibu-rumah-tangga-asal-philipina-dideportasi-dari-maumere-sikka

Imigrasi Maumere Ambil Sidik Jari Calon Jemaah Haji di Ende

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere mengambil foto dan sidik jari Calon Jemaah Haji (CHJ) dari tiga kabupaten masing-masing Ende, Nagakeo dan Ngada, Minggu (10/3/2019) di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende.

Menurut , Irpan Sapari Somantri selaku Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere kepada Pos Kupang mengatakan bahwa pelaksanaan pengambilan foto dan sidik jari calon jemaah haji dari tiga kabupaten dilakukan sebagai upaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kasihan kalau calon jemaah haji harus pergi pulang ke Maumere untuk mengurus paspor yang didalamnya termasuk melakukan foto dan sidik jari maka kami mendatangi para calon jemaah haji untuk mengambil sidik jari dan foto dalam rangka proses pembuat paspor maupun urusan administrasi lainnya,”kata Irpan.

Irpan mengatakan bahwa dalam proses pengambilan foto dan sidik jari tercatat ada 24 orang calon jemaah haji yang berpartisipasi masing-masing dari Kabupaten Ende sebanyak 13 orang dan Nagekeo sebanyak 7 orang serta Ngada sebanyak 4 orang.

Irpan mengatakan bahwa hal yang sama juga dilakukan oleh Kantor Imigrasi Maumere ketika memberikan pelayanan kepada calon jemaah haji di Kabupaten Flores Timur dan Lembata.

Semua itu dilakukan semata-mata sebagai upaya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terutama para calon jemaah haji.

Irpan mengatakan pelaksanaan pelayanan yang dilakuken oleh Kantor Imigrasi Maumere yang bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende mendapatkan respon positif dari masyarakat yang merasa bersyukur bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari Kantor Imigrasi Maumere.

“Kalau waktu sebelumnya para calon jemaah haji harus datang ke Maumere guna mendapatkan pelayanan dari Kantor Imigrasi namun pada tahun 2019 ini Kantor Imigrasi yang justru mendatangi masyarakat untuk memberikan pelayanan,”kata Irpan.

M Agus Sofwan Hadi, calon jemaah haji yang mengikuti pengambilan foto dan sidik jari oleh Kantor Imigrasi Maumere mengatakan bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende.

“Saya rasa lebih baik sehingga dengan demikian kita tidak perlu lagi ke Maumere untuk proses pengurusan paspor,”kata Agus.

Agus memberikan apresiasi kepada Kantor Imigrasi Maumere yang melakukan pengambilan foto dan sidik jari kepada calon jemaah haji di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende karena menurutnya itu adalah merupakan bagain dari pendekatan pelayanan kepada masyarakat.

Agus yang juga menjabat selaku Kepala Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ende mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Maumere adalah hal yang positif sehingga patut diberikan apresiasi.

“Kita tidak lagi cape ke Maumere apalagi para calon jemaan haji banyak yang sudah tua,”kata Agus. (*)

 

Sumber : poskupang.com
Link : http://kupang.tribunnews.com/2019/03/10/imigrasi-maumere-ambil-sidik-jari-calon-jemaah-haji-di-ende

 

Ini yang Dilakukan Imigrasi Maumere tentang Informasi Keimigrasian di Ende

Kantor Imigrasi Maumere melakukan kegiatan penyebaran informasi keimigrasian kepada calon jemaah haji dari tiga kabupaten yakni Ende, Nagekeo dan Ngada di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Rabu (20/2/2019).

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Ijin Tinggal Kantor Imigrasi Maumere,Irpan mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (20/2/2019) di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende.

Irpan mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan itu diikuti oleh para calon jemaah haji dari tiga kabupaten masing-masing Ende sebanyak 13 orang dan Nagekeo sebanyak 3 orang serta Kabupaten Ngada sebanyak 11 orang.

Menurut Irpan pelaksanaan penyebaran informasi kepada para calon jemaah haji dirasa perlu sehingga dengan demikian para calon jemaah haji bisa mempersiapkan berbagai dokumen sebelum mengurus paspor di kantor imigrasi.

“Artinya para calon jemaah haji jauh-jauh hari sudah mempersiapkan dokumen maka dengan demikian kita terlebih dahulu menyebarkan informasi kepada para calon jemaah haji,”kata Irpan.

Dengan adanya dokumen menyangkut diri dari para calon jemaah haji maka yang bersangkutan tentu tidak lagi mengalami kesulitan untuk mengurus paspor di kantor imigrasi.

Irpan mengatakan bahwa dari sisi wilayah dan juga tanggungjawab sebenarnya Kabupaten Ngada masuk dalam pelayanan Kantor Imigrasi Manggarai Barat namun khusus untuk penyebaran informasi terkait dengan kesiapan dokumen calon jemaah haji maka mereka dilayani di Kabupaten Ende oleh Imigrasi Maumere.

“Kabupaten Ende dipilih sebagai tempat pelayanan karena dari sisi geografis lebih mudah dijangkau oleh warga dari Kabupaten Nagekeo dan Ngada,”kata Irpan.

Pada saat menyampaikan informasi keimigrasian kepada calon jemaah haji, Irpan meminta kepada calon jemaah haji agar mempersiapkan diri dengan baik terutama berbagai dokumen pendukung pada saat hendak mengurus paspor.

Artinya ujar Irpan yang bersangkutan tidak lagi mengalami kesulitan pada saat hendak mengurus paspor.

“Kasihan para calon jemaah haji terkadang harus bolak-balik mengurus kelengkapan ketika hendak mengurus paspor namun apabila jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri maka yang bersangkutan tidak lagi kesulitan mengurus paspor,”kata Irpan. (rom)
Depag Ende Bersyukur Difasilitasi

Kepala Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Herman Tambuk pada saat kegiatan penyebaran informasi keimigrasian kepada calon jemaah haji dari tiga kabupaten yakni Ende, Nagekeo dan Ngada di Kantor Kementrian Agama

Kabupaten Ende, Rabu (20/2/2019) mengatakan bahwa pihaknya bersyukur difasilitasi oleh Kantor Imigrasi Maumere untuk menyebarkan informasi imigrasi kepada calon jemaah haji.

Dengan demikian ujar Herman para calon jemaah haji sudah tahu apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan sebelum mengurus paspor untuk berangkat menuaikan ibadah haji.

Herman mengatakan bahwa jika sebelumnya para calon jemaah haji harus pergi ke Maumere maka kali ini Kantor Imigrasi yang pro aktif mendatangi para calon jemaah haji di Kabupaten Ende. Hal tersebut tentunya sebagai suatu upaya pelayanan

kepada masyarakat khususnya para calon jemaah haji.
Herman berharap dengan adanya penyebaran informasi oleh Kantor Imigrasi

Maumere pada calon jemaah haji sudah bisa mempersiapkan dokumen jauh-jauh hari sebelum mengurus paspor.

Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ende, M Tamrin pada saat kegiatan penyebaran informasi keimigrasian kepada calon jemaah haji dari tiga kabupaten yakni Ende, Nagekeo dan Ngada di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Rabu (20/2/2019) mengatakan bahwa semua warga Ende tanpa memandang latar belakang harus mempersiapkan berbagai dokumen sebelum berangkat keluar negeri atau ketika hendak mengurus paspor.

Adapun dokumen utama yang harus dipersiapkan seperti E-KTP maupun kartu keluarga maupun akte perkawinan. Dokumen tersebut dirasa penting dalam penerbitan paspor karena tanpa dokumen yang ada maka yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan paspor.

Khusus untuk KTP ujar Tamrin adalah KTP elektronik bukan KTP manual dan oleh karena itu bagi yang belum mengurus E-KTP maka diharapkan bisa segera mengurusnya sehingga bisa mendapatkan paspor.

Berbagai dokumen yang diperlukan oleh masyarakat ujar Tamrin semuanya bisa diperoleh secara gratis di Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Ende.

“Kalau dulu warga dikenakan biaya yang berfariasi untuk pengurusan dokumen berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 35 ribu namun sekarang semuanya diperoleh secara gratis,”kata Tamrin.

 

Sumber : kupang.tribunnews.com

Link : http://kupang.tribunnews.com/2019/02/20/ini-yang-dilakukan-imigrasi-maumere-tentang-informasi-keimigrasian-di-ende?page=all

 

 

Begini Cara Hendratmoko Perkenalkan Imigrasi ke Anak-Anak

Anak-anak yang belajar di PAUD, SD, bahkan yang sama sekali belum sekolah, tentu belum mengerti tentang Imigrasi. Tapi kondisi itu bukan penghalang bagi Vincentius Hendratmoko, Kepala Imigrasi Kelas II TPI Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Dia punya cara tersendiri memperkenalkan Imigrasi kepada anak-anak.

 

Hendratmoko tidak perlu harus berteori tentang Imigrasi dan seluruh ruang lingkup tugas kepada anak-anak. Dia hanya cukup menyediakan ruangan sebagai tempat anak-anak berkreasi. Dari cara yang sederhana itu, anak-anak sudah mulai mengenal Imigrasi, setidaknya mengetahui di mana alamat Kantor Imigrasi Maumere.

 

Kiat itu sudah dilakukan Hendratmoko selama dua minggu. Dia bekerjasama dengan Komunitas Huruf Kecil, sebuah wadah pembelajaran dan kreatifitas bagi anak-anak, dari urusan membaca, menulis, menggambar, bermain, dan berbagai kegiatan lain. Hendratmoko menyiapkan ruangan di Aula Kantor Imigrasi yang terletak di Lantai Dua. Di tempat itulah, Komunitas Huruf Kecil berbagi pengalaman kegiatan kepada anak-anak.

 

“Kebetulan komunitas ini membutuhkan tempat untuk belajar anak-anak. Nah saya punya aula yang hari Sabtu tidak dipakai, karena hari libur kantor. Jadi mereka bisa manfaatkan. Setiap Sabtu, aula kantor kami ramai dengan anak-anak yang datang belajar di bawah bimbingan komunitas. Ini kerja sama yang positip, selain belajar, anak-anak juga bisa mengenal Imigrasi,” terang Hendratmoko di sela-sela kegiatan Komunitas Huruf Kecil, Sabtu (2/2).

 

Anak-anak ini belajar selama 2 jam sejak pukul 16.00 Wita. Mereka diantar oleh orangtua, yang sekaligus mendampingi saat kegiatan belajar. Hendratmoko biasanya menyambut anak-anak bersama orangtua dengan hangat, dan langsung mempersilakan ke lantai dua. Ruang di lantai dua telah disiapkan sebaik mungkin dengan meja-meja yang dibentuk huruf U untuk mempermudah komunikasi dan informasi dari Komunitas Huruf Kecil.

 

Kikan, salah seorang pegiat Komunitas Huruf Kecil sangat berterima kasih kepada Kantor Imigrasi Maumere yang memberikan ruangan aula kantor sebagai tempat belajar dan kreatifitas anak-anak. Dia mengatakan kerja sama ini sangat memotivasi semangat Komunitas Huruf Kecil dalam membantu pembelajaran bagi anak-anak.

 

“Kami sudah dua kali pakai Aula Kantor Imigrasi. Dan tentu kami berharap bisa seterusnya menggunakan sarana ini. Ini tempat yang cukup nyaman untuk anak-anak belajar. Apalagi Kepala Kantor Imigrasi juga sangat mendukung,” ujar dia.

 

Pantauan media ini, sekitar 20-an anak sedang asyik mendengar arahan dari Komunitas Huruf Kecil. Hari itu, anak-anak diminta menggambar dengan tema bebas. Anggota Komunitas Huruf Kecil mendampingi proses itu, dengan sesekali memberikan masukan sesuai tema gambar yang dibuat anak-anak.

 

Mance Sareng, salah satu orangtua mengaku senang dengan peran Komunitas Huruf Kecil dan keterlibatan Kantor Imigrasi Maumere. Dia mengatakan anaknya terbilang susah jika belajar di rumah. Tapi ketika ikut serta dalam kegiatan Komunitas Huruf Kecil, anak-anaknya mulai rajin menulis, membaca, dan menggambar. Meskipun anak-anaknya belum sempurna betul, dia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran komunitas ini.

 

 

Sumber : suarasikka.com

Link :https://suarasikka.com/2019/02/03/begini-cara-hendratmoko-perkenalkan-imigrasi-ke-anak-anak/

Peringati HUT ke-69, Imigrasi Maumere Sumbang 14 Kantong Darah

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Imigrasi. Salah satunya yakni bakti sosial donor darah, yang digelar Jumat (25/1). Dari kegiatan donor darah ini, Imigrasi Maumere berhasil menyumbang 14 kantong darah. Setiap kantong darah berisi 350 cc.
Para pendonor darah adalah karyawan Kantor Imigrasi Maumere dan anggota Kodim 1603 Sikka. Seharusnya bisa lebih banyak kantong darah yang disumbangkan dalam kegiatan mulia ini. Kodim 1603 Sikka mengirim 13 personil, ditambah karyawan Kantor Imigrasi Maumere sebanyak 39 orang. Namun ada beberapa calon pendonor yang tidak bisa dilayani karena kendala-kendala teknis antara lain sedang tidak sehat.
Kegiatan donor darah berlangsung sejak pukul 08.00 Wita di Aula Kantor Imigrasi Maumere yang terletak di lantai dua kantor itu. Panitia pelaksana bekerjasama dengan PMI Cabang Maumere dari Unit Transfusi Darah. Ada empat petugas yang dikerahkan untuk melaksanakan donor darah yakni Suhasti Nona Ivon, Maria Florida, Jeane Joula Wahani, dan Yuliana Putri Anggraeni.
Kepala Kantor Imigrasi Maumere Vincentius Hendratmoko yang ditemui di sela-sela kegiatan donor darah mengatakan kegiatan ini dilaksanaan dalam rangka memperingati HUT ke-69 Imigrasi yang jatuh pada Sabtu (26/1) besok. Donor darah juga merupakan bentuk panggilan nurani dan bantuan kemanusiaan bagi pihak-pihak yang sedang membutuhkan transfusi darah.
“Ini kegiatan kemanusiaan, yang momennya bertepatan dengan peringatan Hari Bakti. Kali ini kami bersama personil Kodim Sikka baru bisa menyumbangkan 14 kantong. Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi setidaknya itulah yang bisa kami sumbangkan,” ujar Vincentius Hendratmoko.
Pantauan media ini, para calon pendonor duduk antri pada kursi-kursi yang sudah disiapkan Panitia Pelaksana. Setelah itu dua petugas Unit Transfusi Darah memanggil secara bergiliran calon pendonor untuk mengisi format identitas dan pengambilan sampel darah. Jika sampel darah calon pendonor dinilai memenuhi syarat, calon pendonor langsung diarahkan ke dua petugas lain untuk melakukan transfusi darah.*** (eny)

Theodorus Terbantu Bisa Urus Paspor di Hari Libur

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT, membuka pelayanan permohonan paspor pada hari Sabtu, dalam rangka memperingati HUT ke-69 Imigrasi. Theodorus Hon, salah seorang karyawan swasta di Maumere, memanfaatkan jasa pelayanan. Dia mengaku senang dan terbantu bisa mengurus paspor pada hari libur.
“Pelayanan pada hari libur ini sangat terbantu sekali. Kami bisa luangkan waktu untuk urus paspor. Kalau hari kerja, pasti ada kesulitan, karena kami juga sibuk dengan tanggung jawab pekerjaan. Saya merasa sungguh-sungguh sangat terbantu sekali bisa mengurus paspor di hari libur,” ujar lelaki ini, Sabtu (19/1), di Kantor Imigrasi Maumere.
Kepala Kantor Imigrasi Maumere Vincentius Hendratmoko menjelaskan pelayanan paspor pada hari Sabtu (19/1) merupakan pelayanan terakhir untuk tiga hari Sabtu sejak Sabtu (5/1) dan Sabtu (12/1). Dia pun menyampaikan terima kasih kepada para pengguna jasa atau pemohon yang sudah memanfaatkan pelayanan paspor pada hari libur dengan menggunakan mekanisme walk in.
Mekanisme walk in maksudnya pemohon langsung datang ke Kantor Imigrasi yang terletak di Jalan Adi Sucipto Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur. Petugas Imigrasi akan melayani pengurusan paspor sesuai syarat-syarat yang diminta. Layanan berlangsung dari jam 08.00 Wita sampai jam 12.00 Wita.
Theodorus Hon mengurus paspor untuk anaknya yang bernama Maria Micelin, 7 tahun, siswi Kelas 2 SDK Bhaktyarsa Maumere. Dia sendiri sudah memiliki paspor yang masih berlaku, karena diurus pada 2 tahun lalu. Keluarga ini berencana berangkat ke Singapura pada Mei yang akan datang.
Sambil Theodorus Hon mendapatkan pelayanan pengurusan paspor di loket pelayanan, anak perempuannya bermain-main pada fasilitas permainan anak yang berada di  kantor itu. Kantor Imigrasi Maumere menyiapkan sejumlah fasilitas permainan anak sebagai sisi lain dari pelayanan keimigrasian.
Pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Maumere, terbilang sangat membantu para pemohon. Theodorus Hon mengaku menerima pelayanan yang baik dan ramah dari petugas Kantor Imigrasi Maumere. Dia dibantu mengisi data pada format-format sehingga tidak terjadi kekeliruan. Selain itu proses pengurusannya pun berlangsung cepat, kurang lebih 5-10 menit.
Usia pengurusan paspor, Theodorus Hon memberikan testimoni atas pelayanan pengurusan oleh Kantor Imigrasi Maumere. Dalam testimoninya, dia mengaku sangat terbantu sekali oleh seluruh proses yang dia lakukan di Kantor Imigrasi pada Sabtu (19/1).
Sebelum melayani Theodorus Hon, petugas di Kantor Imigrasi Maumere juga melayani pengambilan paspor dari dua orang warga Kabupaten Flores Timur. Petugas juga sempat melayani konsultasi beberapa frater asal Timor Leste yang sementara ini sedang kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero.

 

Sumber : suarasikka.com

Link : https://suarasikka.com/2019/01/19/theodorus-terbantu-bisa-urus-paspor-di-hari-libur/

Peringati Hari Bakti, Imigrasi Layani Permohonan Paspor pada Hari Sabtu

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT, membuka pelayanan permohonan paspor pada hari Sabtu. Pelayanan dilakukan tiga hari saja, yakni 5 Januari 2019, 12 Januari 2019 dan 19 Januari 2019. Hal ini dilakukan untuk memperingati HUT Imigrasi ke-69 atau yang biasa disebut Hari Bakti yang jatuh pada Sabtu (26/1) mendatang.

 

Kepala Kantor Imigrasi Maumere Vincentius Hendratmoko menjelaskan pelayanan pada hari Sabtu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada pengguna jasa yang tidak bisa mengurus paspor pada hari-hari kerja dari Senin sampai Jumat. Dengan demikian mereka bisa memanfaatkan program layanan pada hari Sabtu.

 

“Kebijakan ini hanya berlaku untuk tiga kali hari Sabtu di bulan Januari, mulai hari ini, minggu depan, dan Sabtu dua minggu lagi. Yah ini untuk memperingati Hari Bakti. Silakan bagi pengguna jasa untuk memanfaatkan program layanan ini,” jelas Vincentius Hendratmoko di ruang kerjanya, Sabtu (5/1).

 

Dia menambahkan pelayanan paspor pada hari Sabtu ini dilaksanakan dengan mekanisme walk in. Mekanisme ini maksudnya pemohon langsung datang ke Kantor Imigrasi yang terletak di Jalan Adi Sucipto Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur. Petugas Imigrasi akan melayani pengurusan paspor sesuai syarat-syarat yang diminta. Layanan akan berlagsung dari jam 08.00 Wita sampai jam 12.00 Wita.

 

Proses penerbitan paspor bisa selesai paling cepat 3 hari setelah pembayaran. Pembayaran PNBP paspor dapat dilakukan pada PT Pos dan Giro Maumere. Paspor yang sudah diterbitkan nantinya diantar oleh petugas PT Pos dan Giro Maumere, karena dua institusi ini sudah melakukan kerja sama pada Program Delivery Service.

 

“Kami sudah dua tahun kerja sma dengan PT Pos dan Giro Maumere dalam Program Delivery Service. Jadi nanti setelah bayar, pemohon tidka perlu bolak-balik ke Kantor Imigrasi. Nanti petugas Pos dan Giro antar paspor ke alamat pemohon,” ujar  Vincentius Hendratmoko.

 

Pantauan media ini di Kantor Imigrasi Maumere, sejumlah petugas yang mengurus paspor bekerja seperti biasa. Mereka menunggu jika saja ada pemohon yang memanfaatkan pelayanan paspor pada hari Sabtu. Sampai dengan pukul 11.00 Wita belum ada pemohon yang hendak mengurus paspor.

 

Selain layanan paspor pada hari Sabtu, Kantor Imigrasi Maumere juga akan melaksanakan berbagai kegiatan lain dalam rangka Hari Bakti. Vincentius Hendratmoko menyebutkan antara lain informasi tenang keimigrasian di kampus dan sekolah yang dia sebut sebagai Imigration Goes to Campus dan Imigration  Goes to School. Juga akan ada kerja bakti di sekitar lokasi Gereja Santo Stefanus di Jalan Brai.

 

 

Sumber : suarasikka.com

Link : https://suarasikka.com/2019/01/05/peringati-hari-bakti-imigrasi-layani-permohonan-paspor-pada-hari-sabtu/

Imigrasi Maumere Terapkan Pelayanan Berbasis HAM

Penerapan pelayanan publik berbasis Hak Asasi Manusia (HAM), di berbagai layanan kantor pemerintah, menjadi faktor penting dan menjadi tolak ukur pelayanan yang lebih baik.

“Sejak setahun kami di kantor Imigrasi Maumere telah menerapkan pelayanan berbasis HAM. Ini, yang menyebakan kami meraih penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI yang diterima bulan Desember ini,” sebut Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Vincentius Purwo Hendratmoko, Senin (31/12/2018).

Kepala kantor imigrasi kelas II TPI Maumere Vincentius Purwo Hendratmoko.Foto : Ebed de Rosary

 

Vincentius menyebut, sejak 2017 Dirinya menjadi Kepala Kantor Imigrasi kelas II TPI Maumere. Sejak saat itu, Vincentius mulai merombak sistem pelayanan, dengan memperhatikan aspek HAM. Berbagai fasilitas disediakan, untuk menunjang pelayanan kepada publik. “Kami menyediakan kursi roda dan tangga khusus, serta peralatan bagi kaum difabel. Juga disediakan tempat menyusui, tempat bermain anak, serta ruangan bermain game dan internet bagi anak-anak, saat orang tua sibuk mendapatkan pelayanan,” terangnya.

Selain itu, juga disediakan mesin antrian, kotak Indeks Kepuasan Masyarakat, serta komputer bagi peserta untuk mengisi dokumen pribadinya (self service).Pengguna jasa, bisa mengisi persyaratan sendiri secara online. “Kami juga menempelkan alur pelayanan pembuatan dokumen, serta biaya pengurusan dokumen. Ini penting agar pengguna jasa bisa mengetahui apa saja persyaratan yang dibutuhkan dan berapa biayanya,” paparnya.

Pemohon paspor, setelah diambil foto biometrik, sidik jari dan wawancara, tidak perlu lagi datang ke kantor Imigrasi untuk mengambil paspor. Kantor imigrasi, telah bekerjasama dengan Kantor Pos dan Giro untuk mengirim paspor ke alamat pemohon. “Kasihan kalau pemohon tinggal di luar Kabupaten Sikka. Tentu mereka butuh biaya transportasi dan penginapan, bila harus menunggu paspor tersebut, atau harus bolak balik ke Sikka, untuk mengambil paspor,” jelasnya.

Kantor imigrasi, merekam data calon jamaah haji, untuk pembuatan paspor di kota Ende dan Larantuka. Dengan demikian, calon jamaah haji, tidak perlu jauh-jauh datang ke Maumere untuk mengurus paspor.

Agustus Dacosta, warga Kota Maumere yang mengurus paspor untuk bepergian ke Timor Timur, mengaku puas dengan pelayanan dari Kantor Imigrasi Maumere. Pelayanan yang diberikan dinilai sangat bagus, dan proses pembuatan paspor dilakukan secara transparan. “Semua persyaratan dan prosesnya sudah ditempel, sehingga kita tidak perlu bertanya lagi. Pengurusannya pun tidak terlalu butuh waktu lama, sebab tidak banyak orang yang mengurus paspor,” sebutnya.

Kantor Imigrasi Maumere, pada awalnya adalah Pos Imigrasi Larantuka. Kantor tersebut berada di Kabupaten Flores Timur. Dibuka pada 1980, dan masuk dalam Unit Kesatuan Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Kupang. Pada 1982, berubah menjadi Kantor Imigrasi Kelas III Maumere. Selanjutnya pada 2004, berubah menjadi Kantor Imigrasi Kelas II Maumere, yang wilayah kerjanya mencakup seluruh daratan Flores.

Sumber : cendananews.com
Link : https://www.cendananews.com/2018/12/imigrasi-maumere-terapkan-pelayaan-berbasis-ham.html

Masih Banyak TKI di Maumere Enggan Urus Dokumen

Selama kurun waktu 2018, Kantor Imigrasi Kelas II TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Maumere, menerbitkan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI), yang di dalamnya terdiri dari paspor sebanyak 1.363 buah.

“Jumlah DPRI yang diterbitkan itu diperuntukan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 155, dan untuk masyarakat umum 1.208. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2017, yang hanya 1.289 buah,” sebut Vincentius Purwo Hendratmoko, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Senin (31/12/2018).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Vincentius Purwo Hendratmoko. -Foto: Ebed de Rosary

 

Dalam konferensi pers di Kantor Imigrasi Maumere, Vincentius menyebutkan, selama 2018 pihaknya pun menerbitkan 994 izin tinggal, terdiri dari 933 izin tinggal kunjungan, 33 izin tinggal terbatas dan 28 izin tinggal tetap.

“Jumlah ini pun meningkat dibandingkan 2017 yang hanya 888 izin tinggal yang dikeluarkan. Sementara, 2016 hanya 861 izin tinggal, dan 2015 sebanyak 864,”

Kantor Imigrasi Maumere, tambah Vincentius, selama 2018 juga melakukan penegakkan hukum terhadap 15 warga negara asing. Dari jumlah tersebut, satu orang WNA terpaksa dideprotasi. Sementara, 14 lainnya dikenakan denda, karena over stay.

“Kami juga melakukan penolakan penerbitan DPRI kepada 5 Pekerja Migran Indoenesia nonprosedural, karena disinyalir tidak mempergunakan dokumen tersebut secara benar,” terangnya.

Vincentius menambahkan, masih banyak calon TKI yang belum memanfaatkan keberadaan Kantor Imigrasi Maumere, untuk membuat paspor dan dokumen lainnya. Pihaknya pun sudah sering melakukan sosialisasi ke masyarakat.

“Kendala yang kami hadapi saat ini, SDM masih kurang, khususnya untuk Kasubagtu dan Kasubsi yang masih kosong. Wilayah kerja yang luas meliputi lima kabupaten mulai dari Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende dan Nagekeo,” ungkapnya.

Menurutnya, waktu tempuh sampai wilayah terluar, bisa mencapai 7 jam. Kondisi jalan yang berisiko tinggi, juga ikut mempengaruhi mental dan fisik petugas.

Koneksi jaringan internet pun belum terlalu bagus, padahal saat ini semuanya harus melalui sistim online.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Germanus Goleng, mengakui saat ini masih banyak TKI, khususnya yang bekerja ke Malaysia berangkat secara ilegal tanpa mengurus dokumen.

“Kami selalu lakukan sosialisasi di daerah-daerah kantong TKI, agar mereka bisa mengurus dokumen resmi. Apalagi, di Maumere pun ada kantor imigrasi, sehingga bisa mengurus paspor. Namun mungkin karena berpikir gampang, sehingga banyak yang belum mengurus dokumen,” sebutnya.

 

 

Sumber : cendananews.com

Link : https://www.cendananews.com/2018/12/masih-banyak-tki-di-maumere-enggan-urus-dokumen.html

Dua Warga Bulgaria Dideportasi Usai Bobol ATM di Makassar

Dua warga negara Bulgaria, Ivo Todorov Todorov dan Stoyo Ganchev Landzhev dideportasi setelah ketahuan membobol anjungan tunai mandiri (ATM) di Makassar.

“Mereka diamankan karena telah membobol ATM dan mereka memilih ATM yang pengunjungnya sepi,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Makassar Andi Pallawarukka di Makassar, Rabu (5/12) seperti dikutip dari Antara.

Dua warga negara asing itu masih menunggu waktu untuk dideportasi ke negaranya. Kedua pelaku membobol ATM dengan cara skimming pada Juli 2018.
Andi Pallawarukka menjelaskan dua warga negara asing itu tiba di Indonesia pada 2 Juli 2018, dengan menggunakan BVKS atau kunjungan singkat yang berlaku selama 30 hari dan dimanfaatkan untuk melakukan pembobolan ATM BRI di Jalan Veteran, Makassar.

Dari hasil interogasi yang dilakukan anggota kepada keduanya, mereka sengaja datang ke Indonesia untuk melakukan pembobolan ATM karena sistem pengamanan di Indonesia disebutnya masih lemah.

“Alasan mereka datang ke Indonesia memang untuk melakukan skimming karena mereka menilai jika sistem pengamanan ATM itu masih cukup lemah,” katanya.

Selain itu, keduanya menyatakan dalam melancarkan aksinya terhubung dengan mafia asal Rusia yakni Sergey. Sindikat dari Sergey ini juga yang telah menyiapkan alat skimmer-nya.

“Mereka adalah sindikat dari mafia Rusia dan yang menyiapkan alat skimmer-nya itu Sergey. Keduanya disuruh datang ke Indonesia memang untuk membobol ATM,” jelasnya.

Andi Pallawarukka juga menyebut alasan keduanya ke Indonesia karena sedang terlilit utang dan cara pembobolan ATM dinilainya lebih cepat dan praktis untuk mengatasi masalah keuangan.

 

 

Sumber : cnnindonesia.com

Link : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181205135219-12-351302/dua-warga-bulgaria-dideportasi-usai-bobol-atm-di-makassar