Sejak 2010 di Desa Lewotobi, Ibu Rumah Tangga asal Filipina Dideportasi dari Maumere-NTT

Seorang ibu rumah tangga  (IRT)  asal negara Filipina, Lorna de Guzman Pendulas (51), Senin (11/3/2019)  pukul 13.00 Wita dideportasi dari Kantor  Imigrasi Kelas II TPI  Maumere melalui Bandara Frans Seda. Lorna de Guzman Pendulas selama ini menetap di Desa Lewotobi, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur di Pulau Flores,  Provinsi NTT.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kemigrasian  Kantor Imigrasi Maumere, Fajar   Hari Ginanjar menjelaskan  Lorna  dideportasi ke negara asalnya karena pelanggaran keimigrasian atau imigratoir.

“Dia masuk ke Indonesia tidak melalui tempat pemeriksaan keimigrasian yang resmi. Sejak tahun 2010, dia berada di Desa  Lewotobi, Kecamatan Ile  Bura. Dia masuk ke Indonesia mengikuti  suaminya asal Lewotobi,” ujar  Fajar.

Keberadaan Lorna diketahui berdasarkan laporan warga mengenai kehadiran warga negara asing di kampung itu.

”Kemarin dia  datang ke sini.  Pihak Kedutaan  Filipina di Jakarta mengakui Lorna sebagai  warga negaranya. Mereka keluarkan  dokumen perjalanan pulang,”  kata Fajar.

Keberangkatan Lorna dikawal petugas Kantor Imigrasi Maumere mengantarnya sampai ke Bali. Selanjutnya dari Bali diterbangkan ke negara asalnya.

“Kita kawal sampai dia masuk  pesawat di  Bali. Pengawalan melekat dengan yang  bersangkutannya memastikan sudah berangkat ke negara asalnya,”  imbuh  Fajar.

Dikatannya, paspor milik Lorna  telah  kadaluwarsa  pada  tahun 2010. Selama  sembilan tahun tidak diperpanjangnya lagi.

“Dia bisa masuk kembali ke  Indonesia  tapi harus  dengan  dokumen (paspor) yang baru  lagi,” tegas  Fajar. (*

Sumber : poskupang.com

Link : http://kupang.tribunnews.com/2019/03/11/sejak-2010-di-desa-lewotobi-ibu-rumah-tangga-asal-philipina-dideportasi-dari-maumere-sikka