KJRI Minta Saudi Percepat Prosedur Imigrasi Jemaah Haji

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah ingin ada penyederhanaan prosedur dan proses keimigrasian bagi jemaah haji Indonesia pada saat kedatangan dan kepulangan pelaksanaan ibadah haji.

Dalam pertemuan itu, dibahas kemungkinan kerja sama Indonesia dengan perusahaan jasa teknologi informasi, TasHeel Information Technology. Perusahaan ini adalah yang melakukan perekaman biometrik dan pengumpulan data jemaah haji dan mengintegrasikannya ke dalam sistem keimigrasian Arab Saudi.

“Kami bersama tim dari KJRI Jeddah menemui Dirjen Kemlu Arab Saudi untuk meminta konfirmasi sekaligus mendorong agar kebijakan penyederhanaan pelayanan bandara bisa diberlakukan tahun ini, sehingga jemaah haji Indonesia yang berjumlah 221 ribu orang dapat memperoleh pelayanan (keimigrasian) yang cepat. Jadi tidak perlu menunggu lama di bandara,” terang Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, lewat keterangan tertulis yang diterima, Kamis (3/5/2018).

Hery didampingi tim yang terdiri atas Fungsi Konsuler, Teknis Imigrasi, Teknis Perhubungan, dan Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah menemui Dirjen Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk Provinsi Mekah, Jamaal bin Bakr BalKhayour, pada Senin (30/4) di kantornya.

Pihak KJRI bertemu dengan Dirjen Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk Provinsi Mekah, Jamaal bin Bakr BalKhayour (Foto: dok. KJRI Jeddah)

 

Upaya penyederhanaan ini sejalan dengan isi pertemuan yang telah disepakati bersama antara Menteri Agama RI dan Menteri Haji Arab Saudi. Perwakilan RI mengapresiasi tanggapan cepat dari Kemlu Arab Saudi dan kesediaan Dirjen Kemlu Provinsi Mekah untuk upaya penyederhanaan pelayanan di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah.

Dirjen Kemlu Arab Saudi, BalKhayour, menyampaikan kebijakan penyederhanaan pelayanan keimigrasian melalui pengumpulan data biometrik jemaah sebelum keberangkatan oleh perusahaan TasHeel sebagai pihak yang diberi kewenangan oleh pemerintah Saudi juga akan diberlakukan kepada jemaah dari sejumlah negara yang berjumlah di atas 4.000 orang. Pengambilan biometrik akan dilaksanakan di bandara dan pelabuhan yang jadi pintu masuk Arab Saudi.

Dia menambahkan pengumpulan data dan biometrik jemaah haji dari 27 negara dilaksanakan oleh perusahaan Tasheel di negara-negara asal jemaah haji. Sementara itu, di 20 negara lainnya, pengumpulan data dan perekaman biometrik jemaahnya diproses di Kedutaan Besar Arab Saudi negara tempatan.

Oleh karena itu, BalKhayour menyarankan Indonesia segera memberikan persetujuannya terhadap usulan pemerintah Saudi yang memberikan kewenangan kepada perusahaan Tasheel untuk pengumpulan data dan perekaman biometrik jemaah haji Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir, KJRI Jeddah terus melakukan pembicaraan dengan sejumlah instansi yang terkait dalam pelayanan jemaah haji, antara lain menemui Kepala Imigrasi Provinsi (Jawazat) Madinah dan Mekah, Dirjen General Authority of Civil Aviation (GACA) atau otoritas penerbangan sipil Arab Saudi untuk wilayah Madinah dan Jeddah, Dirjen Kementerian Haji dan Umrah Cabang Jeddah, Marwan bin Husni al-Sulaimani, dan terakhir Dirjen Kemlu Arab Saudi.

 

 

Sumber : detik.com

Link : https://news.detik.com/berita/d-4003746/kjri-minta-saudi-percepat-prosedur-imigrasi-jemaah-haji?_ga=2.185270892.474578736.1525219935-1175600432.1521430078